']]}
Sunyi yang Menguatkan
Di hamparan bumi yang cokelat keemasan,
bukit-bukit berdiri seperti doa yang tak terucap.
Angin mengalir pelan,
menyapu lelah yang pernah jatuh ke tanah.
Langit biru membuka dadanya,
awan tipis menulis pesan sabar di angkasa.
Tak ada suara,
namun sunyi ini berbicara—
tentang waktu, tentang bertahan.
Batu-batu menyimpan kisah panjang,
pernah diterpa panas,
pernah dilukai sepi,
namun tetap tegak memeluk cahaya senja.
Aku belajar dari lanskap ini:
bahwa kuat tak selalu berisik,
bahwa tenang bukan menyerah,
dan perjalanan tak perlu tergesa
untuk sampai pada makna.
Di sini, aku menaruh resah,
dan pulang membawa keyakinan—
bahwa setiap langkah,
selama setia pada arah,
akan menemukan langitnya sendiri.

Post a Comment